This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Blogger templates

BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Kamis, 20 September 2012

Perempuan bersemangat, laki-laki jangan kendor.....

Di balik kesuksesan seorang pria pasti ada seorang perempuan”. Pepatah lama ini memang benar adanya. Sebab seorang pria bahkan setiap anak yang tidak pernah merasakan kelembutan dari seorang perempuan akan menjadi sosok manusia yang angkuh dan kasar. Meskipun ia dapat meraih kesuksesan yang luar biasa namun kesuksesan tersebut akan hampa terasa.
 Begitu besarnya pengaruh seorang perempuan tehadap kehidupan yang ada di dunia ini. Sehingga kita harus menghoramti seorang perempuan, baik ibu kita maupun istri kita yang telah banyak ikut serta dalam kehidupan sehari-hari kita. Perempuan-perempuan ini memang pantas untuk diperlakukan seperti ini.


Sebab kita melihatnya dari sudut pandang seorang manusia yang memang memiliki kodrat  sederhana, baik hati, tulus dan lembut. Dibalik semua itu ternyata kita temukan semangat kerja dan pengabdian yang tulus ada dalam dunia perempuan demi masa depan anak cucu  kita.
Sangatlah tepat kalau setiap saat perempuan selalu dilibatkan dalam pembangunan negeri ini. PNPM Mandiri Perdesaan dan beberapa program pembangunan lainnya sudah melibatkan kaum perempuan dan bahkan memberikan tempat khusus dalam menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.
Di PNPM Mandiri Perdesaan perempuan dilibatkan sebagai pelaku program sebagai kader perempuan dan  sediakan tempat dan waktu khusus untuk bermusyawarah menggagas dan menentukan kebutuhan dari kaum perempuan yang disebut sebagai Musyawarah Khusus Perempuan (MKP).
Cerminan dari ide dan kebutuhan mereka tertuang dalam kesempatan ini, yang selanjutnya akan mereka bawa dengan semangat dan kemampuan mereka diperjuangkan dalam Musyawarah-musyawarah berikutnya.
Banyak perempuan yang mencoba mengekspresikan diri lewat bekerja. Mereka berpikir, dengan bekerja harkat dan martabatnya dapat terangkat. Ternyata pemikiran tersebut tidak pernah hilang meskipun mereka sudah berumah tangga. Menurut para perempuan bekerja bukan saja bisa menghasilkan uang namun dapat mengaktualisasikan diri serta mengembangkan potensi diri yang dimiliki.
PNPM Mandiri Perdesaan menjawab dan menyediakan bantuan permodalan khusus untuk kelompok-kelompok perempuan hal tersebut.  Melalui Simpan Pinjam Kelompok Perempuan Atau SPKP.
Semangat dan kemampuan kaum perempuan juga mereka tunjukan dimasyarkat bahwa mereka mampu dan bisa dalam membangun sarana dan prasarana untuk memmbangunan desa dengan gotong royong dan sebagai tenaga perempuan dalam pelaksanaan kegiatan.

Ternyata oh ternyata perempuan tidak hanya mampu di dapur, di sumur dan di kasur seperti apa pernah kita dengar dalam sebuah lagu. Bagaimana kita sebagai laki-laki?, Berikan dorongandan jangan pernah kendor semangat kita untuk maju bersama perempuan..

Berbekal pengabdian dan ketulusan hati melayani sesama dalam keterbatasan

                    Desa Bengkala sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng merupakan Desa tua yang menurut penemuan prasasti yang ditemukan oleh salah seorang warga diperkirakan berumur 832 tahun. Sampai saat ini Desa Bengkala di huni oleh 600 KK yang terdiri dari 10 KK warga tuli bisu, dan 590 KK warga normal. 
                Saat ini Desa Bengkala dipimpin oleh Perbekel Bapak I Made Astika, warga masyarakat Bengkala hidup tentram, damai dan saling ketergantungan dengan semua warga masyarakat baik warga normal maupun warga tuli bisu ( dalam bahasa daerah Bali “Kolok” ). 
             Kehidupan sehari-hari warga masyarakat Desa Bengkala mayoritas sebagai petani dan peternak. Hasil yang menonjol dan dikenal masyarakat luas adalah tanaman Paria dan kunyit disamping juga ada tanaman hortikultura lainnya seperti mangga dan rambutan Warga masyarakat Desa Bengkala dari dulu dikenal masyarakat luas sebagai desa yang banyak memiliki warga tuli bisu ( kolok ) dibandingkan desa lain.             
         Menurut ketua LPM Putu Redana keberadaan warga tuli bisu selalu membaur dan hidup berdampingan serta saling membutuhkan dengan warga normal sehingga sulit membedakan antara warga normal dan warga tuli bisu. Kendatipun warga “kolok” merupakan warga cacat namun mereka selalu ikut dalam pengabdian di desa. Itu terbukti warga “kolok” ikut menjadi hansip sebagai keamanan di desa bersama warga normal dan dalam pengabdian di desa adaptasi warga kolok sebagai sepesialis penggali kuburan bagi warga masyarakat yang meninggal, itu dibenarkan oleh kelian Desa Pakraman/Adat Bengkala Jro Made Cincin. Keberadaan warga kolok Desa Bengkala dikenal sampai diseluruh Nusantara bahkan manca Negara lewat kegiatan seni yang paling unik yaitu “Janger Kolok”.Keberadaan janger kolok dibengkala sampai saat ini dipimpin oleh warga kolok yang bernama I Wayan Getarika atau oleh warga masyarakat dikenal dengan nama Kolok Getar.Kolok Getar adalah sosok laki-laki sederhana kira-kira berumur 50 tahun yang memiliki 4 oarang anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan semuanya kolok. Yang paling menarik dari Bapak 4 orang anak ini keahliannya dalam pemasang jaringan pipa air bersih sehinga warga masyarakat dapat menikmati air untuk keperluan sehari-hari. 
              Menurut ketua UPS ( Unit Pengelola Sanitasi Air Bersih ) I Nyoman Arta. Kolok Getar menjadi spesialis pemasangan dan perbaikan pipa air dari tahun 1980 hingga sekarang itu terbukti pada saat masyarakat mengajukan usulan pengadaan Sanitasi Air Bersih (SAB) tahun 2004 lewat program PPK ( Program Pengembangan Kecamatan ) sosok Kolok Getar menjadi spesial pemasangan dan perbaikan jaringan pipa air bersih program PPK Tahun 2004. Sumber mata airnya berada di Dusun Sangburni, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan dengan jarak tempuh 12 Km menuju Desa Bengkala.Berdasarkan keterangan ketua BPD Desa Bengkala I Made Arpana keberadaan sanitasi air bersih ( SAB ) mendapatkan piagam pengargaan dari Bupati Buleleng. Dan tahun 2006 SAB bengkala kembali mendapat piagam penghargaan sebagai SAB terbaik tingkat Nasional peringkat II. Hal itu di benarkan oleh Perbekel Bengkala I Made Astika. Kolok Getar melayani masyarakat bersama tim kerjanya yaitu I Nyoman Kistama, Wayan Sadra, Wayan Suidra dalam pemasangan dan pemeliharaan air bersi serta memperbaiki setiap kerusakan jaringan pipa tidak mendapat upah hanya wujud pengabdian kepada desa, kedatipun kerusakan itu terjadi di sumber mata air maupun di lingkungan desa Bengkala. Dalam memperbaiki atau mengontrol jaringan pipa air bersih Kolok Getar rela berjalan kaki naik turun jurang dan menyebrangi sungai untuk mencari keberadaan atau kerusakan jaringan pipa air bersih.Sosok Kolok Getar dalam memperbaiki setiap kerusakan jaringan pipa air bersih tidak mendapat upah sama sekali hanya penggunaan air secara geratis untuk keperluan dirinya dan keluarga hal itu juga ditegaskan oleh ketua UPS I Nyoman Arta bahwa semua satuan unit tim kerja UPS tidak ada yang mendapat honor hanya geratis pemakaian air demi kemajuaan Desa Bengkala. Menurut I Nyoman Kistama tim kerjanya Kolok Getar bahwa pola hidup sederhana dan kejujuran dari sosok Kolok            
                  Getar membuat masyarakat bangga akan ketulusan dan semangat pengabdiannya dalam menjalan kan tugas yang di bebankan. Yang menjadi kebanggaan warga masyarakat bengkala akan adanya air bersih, pada tahun 2008 stasiun TV swasta METRO TV khusus datang ke Bengkala untuk melihat dan meliput kegiatan sanitasi air bersih program PPK terkait piagam penghargaan SAB terbaik tingkat nasional disamping itu juga untuk melihat kehidupan sehari-hari Kolok Getar sebagai teknisi air bersih dan juga ingin membuktikan kepada publik bahwa ada warga tuli bisu yang menjadi spesialis pemasangan dan perbaikan jaringan pipa air bersih program PPK untuk desa Bengkala. Dalam program PNPM –MP tahun 2008 sosok Kolok Getar diminta membantu desa Mengening Kecamatan Kubutambahan dalam pemasangan dan pengembangan jaringan pipa SAB yang di usulkan dalam program PNPM-PM. Sebagai warga masyarakat kita patut bangga bahwa warga tuli bisu seperti kolok Getar mampu menjadi spesialis pemasangan dan perbaikan jaringan pipa SAB tanpa mendapat honor hannya pengabdian dan ketulusan hati demi kemajuan dan pembangunan desa Bengkala.Mampukah kita mengikuti jejak dan pengabdian serta ketulusan hati seperti Kolok Getar dalam membangun desa? Tanyakan pada hati kecil kita.